Agustus 15, 2024 China Di hantam Krisis Baru Asing Pilih Kabur Bawa Ratusan Triliun

China Di hantam Krisis Baru Asing Pilih Kabur Bawa Ratusan Triliun

China Di hantam Krisis Baru: Asing Pilih Kabur Bawa Ratusan Triliun

China Di hantam Krisis Baru Asing Pilih Kabur Bawa Ratusan Triliun. Investor asing beramai-ramai mengambil dana sebesar US$15 miliar atau sekitaran Rp240 triliun (kurs Rp16.000/US$) pada kwartal II-2024 dari China. Ini pasti memberi imbas untuk Indonesia yang di sebut partner dagang.

D ikutip dari Business Times, investor asing menarik jumlahnya uang yang tidak pernah terjadi awalnya dari China pada kwartal II-2024. Yang mungkin menggambarkan pesimisme dalam pada ekonomi paling besar ke-2 di dunia.

Sebagai informasi, kemajuan ekonomi China pada kwartal lantas terdaftar sejumlah 4,7% (year on year/yoy) ataupun lebih rendah di banding kwartal I-2024 yang tumbuh sejumlah 5,3% yoy.

Perkembangan kwartal II-2024 itu adalah yang paling rendah semenjak kwartal I-2023 yang di saat itu tumbuh sejumlah 4,5% yoy.

Rendahnya perkembangan itu membuat investor asing condong menarik dananya di tengah-tengah beragam pelambatan yang terjadi, seperti pengurangan property yang jadi berlanjut, keinginan lokal yang kurang kuat, nilai yuan yang jatuh, dan gesekan perdagangan dengan Barat.

Di samping itu, di bidang perdagangan, export condong alami kenaikan sepanjang kwartal II-2024 tapi import alami pengurangan yang tidak tersangka.

Terdaftar kewajiban investasi langsung China dalam neraca pembayaran turun nyaris US$15 miliar pada masa April-Juni 2024, mengidentifikasi cuma kali ke-2 angka ini jadi negatif, berdasar data dari State Administration of Foreign Exchange yang di-launching pada Jumat (9/8/2024). Pengurangan itu capai sekitaran US$5 miliar untuk enam bulan awal tahun ini.

Bila pengurangan ini bersambung selama setahun, ini bisa menjadi arus keluar bersih tahunan pertama semenjak minimal 1990, saat data yang bisa di banding di awali.

Selanjutnya, investasi asing ke China sudah turun dalam sekian tahun akhir sesudah capai rekor US$344 miliar pada 2021. Pelambatan ekonomi dan bertambahnya kemelut geopolitik sudah mengakibatkan sejumlah perusahaan kurangi eksposur mereka.

Per Juni 2024, FDI ke China melorot 29,1% yoy jadi CNY 498,91 miliar sepanjang Januari-Juni 2024.

Penyebab Krisis

Eksodus besar-besaran modal asing dari China tidak terjadi begitu saja; ada beberapa faktor yang menyebabkannya:

  1. Ketidakpastian Ekonomi dan Kebijakan Ketidakpastian yang semakin meningkat mengenai kebijakan ekonomi China menjadi salah satu penyebab utama penarikan modal asing. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan ekonomi yang berubah-ubah dan ketegangan politik domestik. Termasuk penanganan krisis utang dan reformasi sektor-sektor tertentu, telah menciptakan lingkungan investasi yang tidak stabil. Investor asing, yang biasanya menginginkan kepastian untuk melindungi investasi mereka. Merasa terpaksa untuk menarik dan mengalihkan dana mereka ke pasar yang dianggap lebih aman.
  2. Regulasi yang Ketat dan Pengendalian Modal Pemerintah China memberlakukan sejumlah regulasi ketat. Dan kontrol modal untuk mengatur arus keluar uang dan menjaga stabilitas ekonomi domestik. Meskipun langkah-langkah ini dirancang untuk mengurangi risiko ekonomi. Mereka juga meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor asing mengenai aksesibilitas dan fleksibilitas investasi mereka. Kebijakan ini telah mengakibatkan investor merasa tertekan dan tidak memiliki kebebasan untuk mengelola dana mereka secara efektif.
  3. Krisis Utang Korporasi dan Sektor Real Estate Krisis utang korporasi yang melanda sejumlah besar perusahaan di China, terutama di sektor real estate, telah menambah ketidakpastian. Perusahaan-perusahaan besar dengan utang yang tinggi menghadapi risiko gagal bayar, yang mengganggu stabilitas sektor keuangan dan mendorong investor untuk menarik investasi mereka. Sektor real estate, yang merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi China, juga menghadapi masalah besar akibat pengembangan yang tidak berkelanjutan dan penurunan permintaan.
  4. Krisis Pandemi dan Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat Pandemi COVID-19 memperburuk masalah ekonomi yang ada dengan mengganggu rantai pasokan global, menurunkan permintaan konsumen, dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Meskipun China awalnya mampu mengatasi dampak langsung pandemi dengan relatif baik, efek jangka panjangnya, termasuk gangguan dalam produksi dan perdagangan internasional, telah mempengaruhi daya tarik investasi di negara tersebut.

Baca juga : Produksi Pabrik China Melambat Tak Penuhi Ekspektasi

Di-tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *