DPRD Karimun Gelar Rapat Paripurna Nota Keuangan R-APBD Perubahan 2022

0
1
Bupati Karimun, Aunur Rafiq didampingi Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Yusuf Sirat dan Wakil Ketua DPRD, Rasno dalam rapat Paripurna Nota Keuangan RAPBD-P tahun 2022, Senin (5/9/2022).

KARIMUN, JKnews.id Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun kembali menggelar rapat Paripurna, Senin (5/9/2022) siang.

Paripurna yang dilaksanakan terkait Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Karimun Tahun Anggaran 2022.

Rapat Paripurna dihadiri oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq dan dipimpin oleh Ketua DPRD Karimun, Muhammad Yusuf Sirat.

Di awal rapat Aunur Rafiq menyampaikan pidato tentang Rancangan Perubahan APBD Karimun Tahun Anggaran 2022.

Dimana pengajuan Nota Keuangan R-APBD Perubahan setelah DPRD Karimun bersama Pemkab Karimun menyepakati dan mengesahkan Kebijakan Umum Plafon Anggaran (KUPA) dan Perubahan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) belum lama ini.

“KUPA dan PPAS memuat target  pendapatan dan alokasi belanja daerah serta target-target pencapaian kinerja yang terukur dari program-program yang akan dilaksanakan,” kata Rafiq.

Rafiq menjelaskan secara garis besar postur perubahan APBD tersebut diantaranya; Pendapatan Daerah pada APBD Perubahan 2022 ditargetkan sebesar Rp 1.261.184.900.829,00.

“Bila dibandingkan dengan target pada APBD murni 2022 sebesar Rp 1.209.953.044.500,00, terjadi kenaikkan target pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2022 sebesar Rp 51.231.856.329,00,” ujar Rafiq.

Pendapatan daerah tersebut, dikatakan Rafiq terbagi atas dua sektor yakni pendapatan asli daerah (PAD) dan dana transfer dari pemerintah provinsi Kepri dan pusat.

Untuk PAD, Rafiq menyebut menargetkan sebesar Rp 413.370.888.407,00. Begitu juga dengan pendapatan yang berasal dari dana transfer pemerintah provinsi Kepri dan pusat juga ditargetkan naik menjadi Rp  847.814.012.422,00.

“Berikutnya, belanja daerah pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 ini diproyeksikan sebesar Rp 1.398.387.746.174,74 atau naik sebesar Rp 153.022.501.324,74 dibandingkan APBD murni 2022 sebesar Rp 1.245.365.244..850,00” terang Rafiq.

Terakhir Pembiayaan Daerah dalam R-APBD Perubahan Karimun Tahun Anggaran 2022 ditargetkan  sebesar Rp 137.202.845.345,74.

Besaran pembiayaan tersebu dikatakan Rafiq berdasarkan hasil audi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI terhadap laporan keuangan Pemkab Karimun Tahun Anggaran 2021.

“Demikian lah penjelasan garis besar postur Rancangan APBD Perubahan Karimun Tahun Anggaran 2022. Saya berharap agar dalam proses pembahasan, pengesahan dan penyempurnaan R-APBD-P nanti dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” tutup Rafiq.

Rafiq juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi seluruh usulan belanja disebabkan oleh terbatasnya anggaran.

Sementara itu, pada saat sesi penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi di DPRD Karimun terhadap pidato pengantar Bupati Karimun tersebut, hanya Fraksi Keadilan Sejahtera yang menyampaikan secara langsung.

Sisanya 7 fraksi lainnya memilih menyampaikan pandangan mereka secara tertulis alias tertutup kepada Bupati Karimun. Ketujuh fraksi tersebut antara lain Fraksi Golkar Plus, F-PDIP, F-Gerindra, -F-KB, F-Demokrat, F-Hanura dan F-AN.

Selanjutnya, DPRD Karimun melalui Badan Anggaran akan membahas bersama Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) Pemkab Karimun Nota Keuangan R-APBD-P Karimun Tahun Anggaran 2022 tersebut sebelum disahkan menjadi APBD-P Karimun Tahun Anggaran 2022. (Rch)